Saturday, August 1, 2015

Masalah Kesehatan Pria Diatas 50 tahun

Masalah Kesehatan Pria Diatas 50 tahun - Sejalan dengan semakin bertambahnya usia, tubuh akan menjadi lebih rentan dengan berbagai jenis penyakit. Setiap manusia, baik laki-laki maupun wanita pasti akan mengalami berbagai masalah dengan kesehatan yang berkaitan dengan usia. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang biasanya menyerang pria diatas50 tahun


Masalah prostat

Pria diatas 50 tahun harus lebih waspada akan adanya pembesaran pada kelenjar prostat serta kanker prostat, karena risiko pria untuk terkena pembesaran kelenjar prostat serta kanker prostat biasanya meningkat sampai dengan 40 persen pada usia pria diatas 50 tahun. Pembesaran pada kelenjar prostat dapat berakibat sulitnya untuk menahan buang air kecil sehingga menjadi lebih sering berkemih. Selain itu juga akan mengalami nyeri pada bagian punggung serta panggul, bahkan dapat menderita disfungsi ereksi apabila tumor terbentuk terdapat di prostat. Selain usia, faktor ylain yang dapat menimbulkan masalah prostaat adalah konsumsi makanan tinggi lemak hewani serta latar belakang riwayat keluarga.

Kegemukan

Pada pria diatas 50 tahun sangat rentan untuk terkena resiko obesitas, hali ini karena metabolisme tubuh yang melambat, sehingga akan menyulitkan untuk menurunkan berat badan.

Depresi

Masalah kesehatan yang juga berkaitaan dengan penambahan usia, contohnya adalah disfungsi ereksi, kanker, serta hilangnya dorongan seksual, sehingga dapat memicu depresi pada pria yang sudah berusia diatas 50 tahun. Depresi akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya seperti obesitas maupun libido rendah.

Disfungsi ereksi

Metabolisme yang melambat bukanlah satu-satunya hal yang terjadi dengan bertambahnya usia, namun aliran darah secara keseluruhan serta sirkulasi ke seluruh tubuh juga akan semakin melambat, hal ini dapat menyebabkan pria menjadi kesulitan untuk mendapatkan serta mempertahankan ereksi. Diperkirakan 48% pria di atas 50 tahun akan mengalami disfungsi ereksi.  Pemeriksaan kesehata setiap tahun serta pemeriksaan testosteron juga dapat membantu mendiagnosis adanya disfungsi ereksi. Sehingga dapat dicegah dengan menggunakan obat, maupun dengan mengubah gaya hidup seperti, memperbanyak olahraga, menurunkan berat badan, atau dengan berhenti merokok.

0 comments:

Post a Comment