Thursday, July 30, 2015

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Kelebihan Pasokan

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Kelebihan Pasokan - Harga minyak pada perdagangan hari ini turun cukup signifikan, hal ini terjadi disebabkan adanya kekhawatiran yang berlebihan akibat adanya kelebihan pasokan minyak dunia serta stok minyak Amerika Serikat (AS), yang diikuti pula dengan melemahnya dolar AS terhadap mata uang lainnya seperti euro.

Para investor Asia memperkirakan bila produksi minyak negara-negara OPEC telah mencapai sekitar 3 juta barel/hari. Angka tentu saja melebihi permintaan harian pada kuartal-II 2015. "Kata kuncinya, kelebihan pasokan" ucap Kepala Analis Pasar di MCM Markets Sydney, Ric Spooner, seperti yang dilansir oleh CNBC, hari Rabu 29 Juli 2015.

Berdasarkan data yang di dapat Reuters, seperti yang dikutip oleh CNBC, OPEC telah memproduksi minyak sebanyak 31.250.000 barel/hari di kuartal II-2015, sedangkan permintaan minyak dunia hanya sekitar 28.260.000 barel/hari.

Ditambah lagi, harga minyak Brent yang di dasarkan pada kontrak pembelian untuk pengiriman bulan September turun sebesar US$ 14 sen menjadi sekitar US$ 53,16/ barel dan sebelumnya harga minyak Brent juga telah anjlok US$ 17 sen di sesi sebelumnya yaitu US$ 52,28/barel dan merupakan yang terendah sejak 2 Februari, ketika itu harga minyak jatuh karena adanya kekhawatiran jatuhnya pasar saham di China.

Untuk harga minyak mentah AS pada pengiriman bulan September turun sebesar US$ 12 sen menjadi sekitar US$ 47,86/barel, setelah sesi sebelumnya naik sebesar 59 sen. Para investor juga sedang menunggu hasil pertemuan dari Federal Reserve AS pada Rabu ini yang rencananya akan menaikkan suku bunga AS di awal September. Hal ini bertujuan untuk membuat dolar AS semakin menguat, namun hal ini akan berakibat pada mahalnya harga minyak apabila tidak menggunakan mata uang dolar AS.
.

Seperti telah diketahui, Dolar AS saat ini sedang tergelincir terhadap 6 mata uang utama pada perdagangan Asia pada hari Rabu, sementara itu euro menguat terhadap dolar. Hal ini menyebabkan Indeks dolar menurun jadi 96,505, atau sekitar 0,27%, setelah penutupan pada 96,745 di sesi sebelumnya.

0 comments:

Post a Comment